Istilah Asta Brata terdiri atas kata “Asta” yang artinya delapan dan “Brata” yang artinya pegangan atau pedoman. Ajaran Asta Brata ini terdapat dalam kekawin Ramayana yang diubah oleh pujangga Walmiki dan terdiri atas 10 sloka. Ajaran Asta Brata ini diturunkan oleh Prabu Rama kepada Wibhisana dalam rangka untuk melanjutkan proses pemerintahan kerajaan Alengka setelah gugurnya Rahwana.
Inti nasihat yang diberikan Sri Rama kepada Wibhisana, adik Maharaja Rahwana yang berkuasa di Alengkadirja (Srilanka purba). Rahwana yang telah memerintah melampaui batas-batas kemanusiaan, memiliki kesaktian tiada tara dan telah melarikan Dewi Sita (istri Rama), akhirnya ditakdirkan tewas dalam pertempuran maha hebat dengan Sri Rama yang dibantu pasukan kera Sugriwa dan Hanoman.
